sensenblog

Just another WordPress.com site

PEREKONOMIAN TERBUKA

pada Desember 27, 2011

RESUME EKONOMI MAKRO

PEREKONOMIAN TERBUKA

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Sendy Aditya         (F0111075)

Rahardian Siti P    (F0111065)

Rahman Dewo      (F0111066)

Fahrein All S           (F0111029)

Edo Wiradatama  (F0111025)

Martinus Manuel (F0111047)

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

Perekonomian terbuka adalah sebuah perekonomian yang berinteraksi secara bebas dengan perekonomian lain di seluruh dunia.

ARUS BARANG : EKSPOR, IMPOR, DAN EKSPOR NETO

Ekspor adalah berbagai macam barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri lalu dijual di luar negeri.

Impor adalah segenap barang dan jasa yang dibuat di luar negeri yang dijual di dalam negeri.

Ekspor neto adalah nilai ekspor dikurangi nilai impornya, disebut juga neraca perdagangan. Jika ekspor neto bernilai positif, yaitu nilai ekspor lebih besar dari nilai impor. Ekspor neto negative menunjukkan bahwa ekspor yang dilakukan oleh suatu Negara lebih kecil daripada nilai impornya. Sedangkan ekspor neto nol menunjukkan bahwa nilai ekspor dan impor sama besarnya, dan negara yang bersangkutan dikatakan mengalami perdagangan seimbang.

Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi ekspor, impor dan ekspor neto suatu negara adalah sebagai berikut :

  • Selera konsumen terhadap barang-barang produksi dalam negeri dan luar negeri.
  • Harga barang-barang di dalam dan luar negeri.
  • Kurs yang menentukan jumlah mata uang domestik yang dibutuhkan untuk membeli mata uang asing.
  • Pendapatan konsumen di dalam dan luar negeri.
  • Ongkos angkutan barang antarnegara.
  • Kebijakan pemerintah mengenai perdagangan internasinal.

ARUS MODAL : INVESTASI LUAR NEGERI NETO

Investasi luar negeri neto mengacu pada pembelian aset luar negeri oleh warga negara domestik dikurangi nilai pembelian aset dalam negeri oleh warga negara asing. Beberapa variabel penting yang mempengaruhi investasi luar negeri neto, sebagai berikut :

  • Suku bunga riil yang dibayarkan terhadap aset luar negeri.
  • Suku bunga riil yang dibayarkan terhadap aset dalam negeri.
  • Risiko ekonomis dan politis dari kepemilikan aset di luar negeri.
  • Kebijakan-kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kepemilikan aset dalam negeri oleh investor asing.

PERSAMAAN EKSPOR NETO DAN INVESTASI LUAR NEGERI NETO

Ekspor neto menentukan ketidakseimbangan antara ekspor dan impor sebuah negara. Sedangkan investasi luar negeri neto dapat melacak keseimbangan antara jumlah aset luar negeri yang dibeli warga lokal dan jumlah aset dalam negeri yang dibeli oleh investor asing. Jumlah investasi luar negeri neto (NFI) harus selalu sama dengan ekspor neto (NX). Dengan emikian diperoleh persamaan sebagai berikut :

NFI = NX

TABUNGAN INVESTASI, DAN KAITANNYA DENGAN ARUS-ARUS INTERNASIONAL

GDP suatu perekonomian terbagi menjadi empat komponen yakni : konsumsi (C), investasi (I), pembelian pemerintah (G), dan ekspor neto (NX). Kita tuliskan sebagai berikut:

Y = C + I + G + NX

Jika tabungan nasional (S) sama dengan Y – C – G. Maka,

Y – C – G = I + NX

S = I + NX

Karena NX sama dengan NFI, jadi dapat ditulis:

S = I + NFI

HARGA-HARGA UNTUK TRANSAKSI INTERNASIONAL: NILAI TUKAR RIIL DAN NOMINAL

NILAI TUKAR NOMINAL

Nilai tukar nominal adalah suatu nilai dimana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara dengan mata uang negara lain. Jika nilai tukar berubah, sehingga $1 dapat membeli lebih banyak mata uang asing, perubahan itu disebut apresiasi dollar. Dan jika nilai tukar berubah sedemikian rupa sehingga $1 hanya bias membeli lebih sedikit mata uang asing, perubahan itu disebut depresiasi dollar.

NILAI TUKAR RIIL

Niali tukar riil adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain.

Kita dapat mengikhtisarkan perhitungan nilai tukar riil dengan rumus berikut ini:

Nilai tukar riil = 

 

TEORI TENTANG PENENTUAN NILAI TUKAR:

LOGIKA DASAR PARITAS DAYA BELI

Paritas daya beli adalah sebuah teori tentang nilai tukar di mana suatu unit dari setiap mata uang harus dapat membeli kuantitas yang sama dari barang-barang di semua negara.

IMPLIKASI PARITAS DAYA BELI

Nilai tukar nominal berubah ketika tingkat harga berubah. Karena nilai tukar nominal tergantung pada tinkat harga, maka hal itu juga tergantung pada jumlah uang yang beredar dan permintaan uang di massing-masing negara. Pada saat bank sentral di suatu negara meningkatkan jumlah uang beredar dan menyebabkan kenaikan tingkat harga, hal ituu juga menyebabkan mata uang negara itu terdepresiasi secara relative terhadap mata uang lainnya di dunia. Dengan kata lain, pada saat bank sentral mencetak uang dalam jumlah besar, uang itu akan kehilangan nilainya dalam artian barang dan jasa yang dapat dibelinya dan dalam artian jumlah mata uang lain yang dapat diperolehnya.

KETERBATASAN PERITAS DAYA BELI

Ada dua alasan mengapa teori paritas daya beli tidak selalu berlaku dalam prktiknya. Pertama, tidak semua barang mudah diperdagangkan. Kedua, karena barang-barang yang mudah diperdagangkan pun tidak selalu merupakan barang pengganti yang sempurna jika dibuat di negara yang berbeda.

                                                           

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: