sensenblog

Just another WordPress.com site

PERANAN PKN DALAM MENANGGULANGI PERGESERAN NILAI MORAL

pada Desember 27, 2011

BAB I

Latar belakang masalah

Terpuruknya bangsa dan negara Indonesia dewasa ini, tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi melainkan juga oleh krisis moral. Oleh karena itu, perekonomian bangsa menjadi ambruk yang tidak kunjung pulih kembali. Krisis multidimensi yang melanda bangsa kita berdampak pada kehidupan masyarakat terutama rakyat miskin, mereka semakin susah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Bahkan tidak jarang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka melakukan tindakan curang (amoral) yang semestinya tidak perlu dilakukan Sesuai dengan kodratnya sebagai mahluk Tuhan, dalam moral manusia mempunyai kemerdekaan untuk memilih nilai dan norma yang dijadikan pedoman berbuat, bertingkah laku dalam hidup bersama dengan manusia lain. Moral akan memberikan petunjuk, pertimbangan, dan tuntunan untuk berbuat dengan penuh tanggungjawab, karena pada dasarnya moral adalah bagian dari kepribadian (personality) manusia. Dengan demikian, moral dapat dikatakan menyatu dengan cipta (pikiran), rasa (perasaan), dan karsa (kehendak). Manusia yang bermoral adalah manusia yang dapat memfungsikan ketiga potensi cipta (pikiran), rasa (perasaan), dan karsa (kehendak) secara baik. Namun kenyataanya, kebanyakan manusia lebih suka mengandalkan kehendaknya tanpa memfungsikan potensi yang lain sehingga tindakan yang muncul adalah tindakan amoral Perilaku bermoral seperti jujur, adil, dan kasih sayang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, tindakan ini dapat menciptakan ketentraman, kedamain, dan kesejahteraan manusia lain. Namun demikian, untuk bertindak bermoral tidaklah semudah seperti mengucapkan, realitasnya masyarakat kita masih banyak yang lebih senang bertindak amoral tetapi mendatangkan keuntungan dibandingkan bermoral tidak menghasilkan. Tindakan kriminal seperti pengeboman, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, korupsi, kulusi, dan nepotisme setiap hari menghiasi media cetak maupun media elektronik. Yang lebih mengerikan terdapat orang tua yang menghamili anak kandungnya, seakan-akan di Indonesia tidak ada lagi manusia yang bermoral. Hal ini tentunya membuat rasa sedih dan malu kita sebagai bangsa yang beragama yang memilki keyakinan terhadap Tuhan. Untuk membentuk masyarakat dan bangsa yang bermoral tidaklah mudah, hal ini memerlukan suatu keberanian moral setiap orang untuk bertindak. Keberanian moral dalam menegakkan kejujuran, keadilan, dan kebenaran haruslah memperhatikan nilai-nilai kesetimbangan potensi cipta, rasa dan karsa. Oleh karena itu, keberanian moral harus sistematis, bukan hanya idea yang menyebar. Jika hal ini terjadi, maka gerakan penegakkan kejujuran, keadilan, dan kebenaran akan berjalan lebih sistematis dan terarah kepada target yang hendak dicapai. Mulai sekarang kita harus membuka mata dan sadar bahwa terpuruknya bangsa Indonesia dewasa ini bukan hanya tidak memiliki life skill semata tetapi juga disebabkan oleh krisis moral. Hal ini terjadi karena tidak ditegakannya nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Rumusan masalah

  1. Apa saja bentuk – bentuk pergeseran moral yang saat ini sering terjadi ?
  2. Apa yang menyebabkan meningkatnya krisis moral dikalangan masyarakat ?
  3. Bagaimana cara menanggulangi pergeseran moral dengan pendidikan kewarganegaraan ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Pembahasan

Pada dasarnya yang dimaksud dengan moral adalah perbuatan manusia yang berkaitan dengan baik dan buruk, meskipun tidak berlaku untuk semua orang dan bangsa. Baik dan buruk dalam arti etis memiliki peranan sangat penting dalam hidup manusia. Bukan saja sekarang ini, tetapi juga masa lampau dan sepanjang masa. Ilmu-ilmu seperti antropologi budaya dan sejarah menjelaskan bahwa pada semua bangsa dan dalam segala zaman ditemukan keinsafan tentang baik dan buruk, tentang mana yang harus dilakukan, dan yang tidak boleh dilakukan.

K. Bertens, dalam bukunya Etika (2007) mengatakan bahwa moralitas merupakan suatu dimensi nyata dalam hidup setiap manusia, baik pada tahapan perorangan maupun sosial. Moralitas hanya terdapat pada manusia dan tidak pada makhluk lain, dan makhluk yang paling dekat dengan manusia adalah binatang. Karena itu, dalam terminologi filsafat, untuk menentukan kekhususan manusia sering dibandingkan dengan binatang. Dalam ilmu logika, manusia didefinisikan sebagai binatang yang berfikir (al-hayawan al-nathiq).

Dalam era globalisasi dunia yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK dewasa ini berpengaruh terhadap perubahan nilai dan moral suatu bangsa. Perkembangan IPTEK menjadikan informasi dan telekomunikasi dunia terbuka secara bebas dan luas. Sekarang ini, berbagai informasi dapat dengan mudah diperoleh melalui media elektronika maupun media cetak seperti televisi, radio, internet, majalah, maupun koran.

Untuk mengantisipasi tidak terulangnya tindakan amoral dan informasi yang kurang baik maka perlu disiapkan generasi muda yang berkualitas, berimtak, berilmu dan bermoral yang dapat menyaring berbagai informasi dari luar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan falsafah bangsa. Hal ini dapat dilakukan sejak awal mulai dari pendidikan dasar dengan cara memberikan pendidikan berbasis moral kepada peserta didik, salah satunya melalui pendidikan kewarganegaraan.

Pendidikan dalam menyiapkan peserta didik yang berimtak, berilmu, dan bermoral perlu mereformasi pendidikan yang selama ini lebih menekankan aspek kognitif dan mengabaikan aspek afektif (sikap, minat, nilai, apresiasi, motivasi) serta aspek psikomotor. Akibat dari kesalahan ini peserta didik memiliki pengetahuan nilai dan moral tetapi tidak melaksanakan nilai dan moral tersebut dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan peserta didik tidak memiliki sistem nilai yang diyakininya

Secara khusus memang sudah ada mata pelajaran yang menanamkan nilai, norma, dan moral kepada peserta didik yaitu mata pelajaran Agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang sebentar lagi akan diganti dengan PKN. Namun demikian, dalam melaksanakan pembelajaran terdapat beberapa kelemahan. Pertama, dalam menanamkan nilai, norma, dan moral hanya transfer of knowledge dengan cara indoktrinasi sehingga peserta didik tidak memiliki sistem nilai yang diyakini untuk bekal hidup dalam bermasyarakat Kedua, Pendidikan agama ataupun PPKn hanya dianggap sebagai penghias kurikulum atau pelengkap yang dipandang sebelah mata. Ketiga, kurang penekanan pada praktek dan penanaman nilai-nilai moral seperti kejujuran, keadilan, cinta, kasih sayang, persahabatan, suka menolong, suka damai dan tolerensi yang mendukung kerukunan antarumat beragama. Sikap dan tindakan seperti kejujuran, keadilan, disiplin, dan tanggung jawab dapat diajarkan melalui semua mata pelajaran dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan karakter dari mata pelajaran masing-masing. Dengan pembelajaran terintegrasi yang melibatkan berbagai komponen baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat pendidikan diharapkan dapat membentuk warga negara yang berimtaq, berilmu, bermoral, dan taat hukum menuju masyarakat madani yang dicita-citakan bangsa Indonesia.

Pendidikan berbasis moral (pendidikan nilai dan moral) seharusnya dilakukan dengan pendekatan komprehensif, baik komprehensip dalam isi, metode, maupun dalam keseluruhan proses pendidikan. Isi pendidikan nlai dan moral hendaknya meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan pilihan nilai pribadi sampai nilai-nilai etika yang bersifat umum. Metode yang digunakan multi metode seperti penanaman nilai, klarifikasi nilai, analisis nilai, dilema moral, maupun pertemuan kelas. Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas (intrakurikuler) maupun di luar kelas (ekstrakurikuler). Selain hal di atas pendidikan berbasis moral hendaknya juga dilakukan oleh masyarakat (keluarga, tokoh masyarakat, politikus, birokrat dan seluruh komponen masyarakat). Seiring dengan kemajuan teknologi informasi (khususnya internet), terjadi fenomena kehidupan bebas masyarakat seperti terjadi loncatan (skip) yang jauh. Munculnya berbagai pemberitaan di media massa tentang gaya hidup hedon generasi muda menjadi bukti betapa masyarakat kita sedang berada pada kondisi shock culture (kekagetan budaya). Fenomena kumpul kebo, perzinahan, perselingkuhan yang didokumentasikan dalam gambar digital dan video yang disebarluaskan melalui dunia maya telah semakin massif. Gambar bugil dan video porno yang dibintangi oleh penduduk pribumi bermunculan bak jamur di musim hujan. Mulai dari pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, pengusaha, hingga kalangan selebriti dan mantan anggota DPR. Menurut data JBDK, video porno dengan ”bintang film” dan ”karya” anak negeri berjumlah lebih dari 500 buah, dan kemungkinan akan terus bertambah.

Kasus video mesum artis top tanah air beberapa waktu lalu seperti diingatkan kembali pada kasus-kasus sebelumnya. Sungguh, ini adalah fenomena sosial yang sangat memprihatinkan. Sebuah gambaran moralitas yang tidak pernah terbayangkan 20 tahun sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

Kesimpulan dan saran

Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan moral seseorang lebih ditentukan oleh perkembangan rasionya. Artinya, semakin tinggi kualitas rasio atau kemampuan akademik seseorang, seharusnya semakin tinggi kualitas moralnya. Apalagi, tujuan dari pencapaian akademik adalah untuk mencapai tingkat kehidupan yang maju, baik dan bahagia. Moralitas bukanlah hanya perkara kesantunan, ia adalah soal pemahaman lebih mendalam tentang apa sesungguhnya yang manusiawi dan yang tidak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://blogs.unpad.ac.id/oxana/2011/02/tantangan-moral-anak-bangsa

http://mulyaihza.blogspot.com/2010/05/krisis-moral-penghancur-kehidupan.html

http://bambarto.blogspot.com/2008/06/seni-pergeseran-nilai-dan-moralitas.html

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: